Humearah

Sabtu, 05 Mei 2012

Konsep Menara Hanoi

Memindahkan 7 buah piringan dari tiang asal A melalui tiang bantu B menuju tiang tujuan C dengan aturan piring yang lebih kecil tidak boleh berada dibawah piringan yang lebih besar.


Rumus langkah pemindahan :                 2N – 1
                                                              = 27 – 1
                                                              = 128 – 1
                                                              = 127

Langkah pemindahan piring :
1.               Pindahkan piringan 1 dari A ke C
2.               Pindahkan piringan 2 dari A ke B
3.               Pindahkan piringan 1 dari C ke B
4.               Pindahkan piringan 3 dari A ke C
5.               Pindahkan piringan 1 dari B ke A
6.               Pindahkan piringan 2 dari B ke C

Teknologi Tradisional

Jelaskan dan berikan contoh masing - masing dari ciri - ciri teknologi tradisional berikut :
1. Bersifat padat karya ( banyak menyerap tenaga kerja )
2. Menggunakan keterampilan setempat
3. Menggunakan alat setempat
4. Menggunakan bahan setempat
5. Berdasarkan kebiasaan / pengamatan

Manusia, Keragaman dan Kesederajatan

BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia terdiri dari sejumlah besar kelompok etnis, budaya, agama, dan lain-lain sehingga Indonesia dapat disebut sebagai masyarakat Multikultural. Adanya perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi dalam masyarakat menjadi sesuatu yang dapat memunculkan konflik diantara masyarakat itu, dalam perbedaan dan keragaman yang ada itu, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki yang secara tidak langsung membuat masyarakat hidup rukun dan berdampingan.

Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh, mata, ukuran kepala, dan lain sebagainya.
Masyarakat kita berada di golongan tingkat ekonomi menengah kebawah serta merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam tingkat, pangkat, dan strata sosial yang hierarkis. Hal ini tentu saja menjadi sebuah pemicu adanya kesenjangan yang tak dapat dihindari lagi.

B.    Rumusan Masalah
1.     Apakah makna keragaman dan kesederajatan?
2.     Bagaimana unsur-unsur keragaman dalam masyarakat Indonesia?
3. Bagaimana pengaruh keragaman terhadap kehidupan beragama, bermasyarakat, bernegara, dan kehidupan Global?
4.     Mengapa terjadi problematika diskriminasi?

C.    Maksud dan Tujuan
Maksud dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan Manusia, Keragaman dan Kesederajatan dalam kehidupan masyarakat serta dampak yang dialami oleh masyarakat karena hal tersebut. Sedangkan tujuan dibuatnya makalah ini adalah memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar.


Hubungan Manusia Beradab dengan Hakekat Manusia

Hubungan ketenangan dengan
A.    Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
       Manusia adalah makhluk Tuhan yang diberikan akal, pikiran serta hati nurani. Ketenangan sendiri timbul dalam hati nurani manusia yang penuh dengan kesadaran dan kesabaran. Jadi secara sederhana kita dapat menyimpulkan hubungan ketenangan dan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan adalah ketenangan muncul dalam hati nurani manusia yang merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. Meskipun kadang-kadang ada masalah yang mengganggu suasana hati manusia, manusia selalu dapat merasa tenang dengan berserah diri kepada Tuhan. Tanpa mempercayai Tuhan manusia tidak akan merasakan ketenangan melainkan kegelisahan dalam hidupnya.

B.     Manusia sebagai makhluk individu
Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya, tetapi juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Manusia dikatakan sebagai makhluk individu, karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda- beda, begitupun dengan pola tingkah lakunya yang kadang menjadi ciri khas pribadinya misalnya seseorang yang berkepribadian baik senantiasa pola tingkah lakunya pun akan baik, tetapi sebaliknya seseorang yang berkepribadian tidak baik maka pola tingkah lakunya pun tidak baik. Oleh karena setiap individu memiliki kepribadian yang berbeda-beda maka pemenuhan ketenangan hati setiap individupun berbeda-beda sesuai dengan kepribadiannya.